HomeSantriMimbarWaspada Muslihat dunia

Waspada Muslihat dunia

image_print

langgar

الحَمْدُ للهِ الّذِي لَهُ مَا فِي السمَاوَاتِ وَمَا فِي اْلأَرْضِ وَلَهُ الحَمْدُ فِي الآخرَة الْحَكِيمُ الْخَبِيرُ يَعْلَمُ مَا يَلِجُ فِي الْأَرْضِ وَمَا يَخْرُجُ مِنْهَا وَمَا يَنزِلُ مِنَ السَّمَاءِ وَمَا يَعْرُجُ فِيهَا وهو الرّحِيم الغَفُوْر. . أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدنا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى بِقَوْلِهِ وَفِعْلِهِ إِلَى الرَّشَادِ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَاِبهِ الهَادِيْنَ لِلصَّوَابِ وَعَلَى التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ اْلمَآبِ

اَمَّا بَعْدُ، فَيَااَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَ نَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنْ فَقَدْ قَالَ اللهُ تَعَالىَ فِي كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ: أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الَّشيْطَانِ الرَّجِيْم، بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمْ: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا الله وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا، يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا وقال تعالى يَا اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا اتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. صَدَقَ اللهُ العَظِيمْ

Maasyiral Muslimin, Jamaah Jumat Rahimakumullah
Dalam kesempatan yang mulia ini marilah kita tadzakkur dan tafakkur, mengingat segala apa yang kita amalkan selama ini dan berusaha meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah SWT. Dalam arti kita berusaha melaksanakan segala usaha yang diperintahkan Allah dan menjauhi segala yang dilarang-Nya. Semoga Allah senantiasa memberikan perlindungan kepada kita semua. Amin Ya rabbal alamin
Roda kehidupan akan terus berputar, segala macam ketentuan hidup yang digariskan oleh Allah harus kita hadapi dengan penuh tegar.

سرور وحزن واجتماع وفرقة ويسر وعسر ثم سقم وعافية
Artinya: delapan hal yang pasti dihadapi manusia di dunia yaitu bahagia dan sedih, bersama dan berpisah, mudah dan sulit, sakit dan sehat

Namun, sebagai muslim yang beriman dan bertaqwa kita harus senantiasa ingat, hati-hati bahkan waspada terhadap godaan syetan senantiasa mengajak kedalam perbuatan dzalim dan sesat. segala perbuatan manusia di dunia perlu bercermin terhadap Al Qur’an dan As sunnah, karena di dalamnya sarat lengkap dengan aturan dan hukum untuk menjadikan kehidupan manusia lebih bermanfaat dan bermakna. Sebaliknya, apabila berpaling dan melakukan segala hal atas sewenang-wenang, maka balasan setimpal yang didapatkan sehingga menjadikan hubungan dengan Tuhan semakin merenggang.
Siapa yang menabur angin, maka akan menuai badai. Artinya siapapun berani berbuat, maka dia pula yang terkena akibat. Apabila kita hidup di dunia yang sesaat ini ingin mendapatkan hasil yang baik, maka kita harus berbuat sebab yang baik. Sebaliknya apabila kemunkaran dan keburukan senantiasa terus dilakukan, maka allah tidak diam dalam memberikan kesimbangan antara kemunkaran yang telah diperbuat dengan balasan dan hukuman.
Sehingga dalam melalui berbagai kejadian hidup ini, kita senantiasa menganalisa dan menghubungkannya dengan perbuatan-perbuatan sebelumnya. Karena bisa jadi sebab datangnya sebuah musibah merupakan hasil dari hukum sebab akibat dari perbuatan-perbuatan manusia yang gegabah. Sebagai Allah mengingatkan di dalam Al-Qur’an Surah As Syura ayat 30:

وَمَآ اَصَابَكُمْ مِّنْ مُّصِيْبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ اَيْدِيْكُمْ وَيَعْفُوْا عَنْ كَثِيْرٍ
Artinya : “Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh tanganmu sendiri”

ظَهَرَ ٱلْفَسَادُ فِى ٱلْبَرِّ وَٱلْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِى ٱلنَّاسِ لِيُذِيقَهُم بَعْضَ ٱلَّذِى عَمِلُوا۟ لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ
Artinya : telah nampak kerusakan di darat dan lautan disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagaimana sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).(QS. Ar rum 41)

Perumpaan yang dinisbatkan di dalam Al Quran yang berwujud pada lingkungan, memiliki dampak yang sama dalam pergaulan manusia di dunia. Apabila kita mampu memaknai hidup secara hakikat, maka berbuat kebaikan bukan hanya menjadi tuntutan pergaulan hidup yang sesaat, melainkan sebagai bekal kehidupan di akhirat yang memikat
Mari senantiasa menyiapkan bekal dengan sebaik-baiknya, melakukan amal sholeh, menyebarkan kebaikan, kedamaian dan kasih sayang. Sebagai bentuk investasi atau tabungan dalam menghadapi kehidupan akhirat yang lebih berarti bukan sebuah bayang-bayang.
Ibarat orang bercocok tanaman, maka akhirat merupakan penantian panen yang sesungguhnya.
Kesadaran ini akan sirna dan larut dalam gemerlapnya dunia yang penuh dengan matrealistis. Materi kekayaan menjadi tolak ukur penting dan utama dalam menilai sebuah kesuksesan yang condong kapitalistis. Seakan-akan melakukan perbuatan amal hanya berorientasi dunia saja, sehingga mengesampingkan destinasi kehidupan yang lebih kekal dan sahaja

إِنْ أَحْسَنتُمْ أَحْسَنتُمْ لِأَنفُسِكُمْ ۖ وَإِنْ أَسَأْتُمْ فَلَهَا
Artinya: Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat, maka (kejahatan) itu bagi dirimu sendiri.

Semoga kita termasuk golongan orang-orang yang mampu terus introspeksi dan berbenah diri. Senantiasa melakukan tajdîdun niyat, memperbaharui niat hidup kita. Artiya segala amal perbuatan yang kita lakukan di dunia semata-mata hanya ingin mendapatkan ridhonya Allah Swt. serta menjadikan dunia sebagai ladang bercocok tanam untuk bekal panen di akhirat yang begitu menjaminkan. Amin ya rabbal alamin

إِنَّ أَحْسَنَ اْلكَلاَمِ كَلاَمُ اللهِ اْلمَلِكِ اْلعَلاَّمِ .وَاللهُ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى يَقُوْلُ وَبِقَوْلِهِ يَهْتَدِىْ اْلمُهْتَدُوْنَ وَإِذَا قُرِئَ الْقُرْآنُ فَاسْتَمِعُوا لَهُ وَأَنْصِتُوا لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ اَعُوذُ بِاللهِ من الشيطَان الَرجيم يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا، يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ وَمَن يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا
باَرَكَ اللهُ لِيْ وَلكمْ فِي القُرْآنِ العَظِيْمِ، ونَفَعِني وإِيَاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلأَيَاتِ وَالذِّكْرِ اْلحَكِيْمِ. فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوُ اْلغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

KHUTBAH II

اَلْحَمْدُ للهِ عَلىَ إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى إلىَ رِضْوَانِهِ. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَاَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرً
أَمَّا بَعْدُ فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوااللهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلِى وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَىيَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ
اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَالدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ.
اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ.
رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَاوَاِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
عِبَادَ اللهِ ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرْ

https://jatim.nu.or.id/read/sejenak-bersama-gus-imdad–alumni-ipnu-peraih-magister-terbaik

Mimbar Jum’at – Empat Jalan Menuju Suga

Imdad Rabbani
Imdad Rabbani
S3 Manajemen Pendidikan Islam UIN Maulana Malik Ibrahim MalangPendidikan Non-Formal : - Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo - Pondok Pesantren Anwarul Huda - Madin Nurul HudaAktivitas : - Content Creator Pendidikan - Penulis - Konsultan Manajemen Pendidikan dan Teknologi Pendidikan - Akademisi - Muallim Majlis Ta'lim Jauharatul Ulum Malang - Ketua Yayasan Al-Abror Mimbaan Situbondo

2 COMMENTS

  1. tetap semangat dalam menulis, karena menulis berarti mengukir sejarah baik yang tidak terlupakan dan tidak terbatas oleh waktu dan ruang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest articles