HomeSantriMimbarNilai-Nilai Moral Dibalik Musibah

Nilai-Nilai Moral Dibalik Musibah

image_print

Nilai-Nilai Moral

الْحَمْدُ لِلهِ الَّذِيْ بِنِعْمَتِهِ تَتِمُّ الصَّالِحَاتُ، وَبِفَضْلِهِ تَتَنَزَّلُ الْخَيْرَاتُ وَالْبَرَكَاتُ، وَبِتَوْفِيْقِهِ تَتَحَقَّقُ الْمَقَاصِدُ وَالْغَايَاتُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدنا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى بِقَوْلِهِ وَفِعْلِهِ إِلَى الرَّشَادِ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَاِبهِ الهَادِيْنَ لِلصَّوَابِ وَعَلَى التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ اْلمَآبِ
اَمَّا بَعْدُ، فَيَااَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَ نَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنْ, يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ، وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَى
فَقَدْ قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ، بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ: وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ. الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُمْ مُصِيبَةٌ قَالُوا إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ. أُولَئِكَ عَلَيْهِمْ صَلَوَاتٌ مِنْ رَبِّهِمْ وَرَحْمَةٌ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُهْتَدُونَ. (البقرة: ١٥٥-١٥٧)

Maasyiral Muslimin, Jamaah Jumat Rahimakumullah
Tiada nikmat yang paling indah dari Sang Kholiq selain nikmat iman, islam dan kesehatan. Patutnya kita bersyukur atas limpahan nikmat ini dengan seraya meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah Swt. Yaitu mampu mengerahkan tenaga dan kekuatan untuk menjalankan segala perintah Allah lalu dibarengi dengan membendung hasrat dan nafsu kita dalam rangka menjauhi segala larangan-larangan Allah. Sehingga kita mampu menjadi hamba Allah yang sebenarnya.
Menilik kembali kejadian meletusnya gunung Semeru ini, menjadi sebuah pelajaran berharga bukan hanya kepada korban musibah yang menyelimuti, tetapi bagi kita semua sebagai bentuk perenungan terhadap nilai-nilai moral yang terkandung untuk bekal kehidupan di hari nanti.
Pertama, kejadian ini menandakan bahwa tidak ada dzat yang paling berkuasa selain kekuasaan Allah. Sehingga sebanyak apapun hartanya, sehebat apapun kemampuannya, setinggi apapun jabatannya, kita semua akan dikembalikan keharibaan-Nya dengan hanya membawa sebuah nama dan sehelai kain penutup akhir hidup kita di dunia yang penuh dengan tipu daya muslihatnya.
Mari perkuat aqidah kita, artinya mengokohkan keimanan kita. Lalu menyempurnakan syariat-syariat kita artinya melakukan cara yang benar sesuai tuntunan quran dan hadis dalam rangka beribadah kepada allah sang maha pencipta. Lalu meluruskan hakikat (tasawwuf) artinya segala apapun bentuk amal perbuatan baik di dunia semata mata hanya mengharapkan keridoan dan belas kasih sayang-Nya.
Kedua, menggunakan batiniyah dalam melihat fenomena musibah ini sehingga yang terbesit dalam hati kita semua adalah senantiasa melakukan muhasabah diri. Masa-masa lalu dengan berbagai lika-liku kehidupan jangan sampai menjadi patah arang dalam menggapai ampunan dan ridhonya allah, terus intropeksi merupakan sebuah jawaban dalam berbenah diri dan terhindar dari sifat gegabah. Tajdidun niat (memperbaharui niat) hidup agar tidak senantiasa berpikir pragmatis dalam menggapai kesenengan di dunia, karena hakikatnya akhirat merupakan tujuan akhir hidup yang lebih berkarunia.

أَوَلَا يَرَوۡنَ أَنَّهُمۡ يُفۡتَنُونَ فِي كُلِّ عَامٖ مَّرَّةً أَوۡ مَرَّتَيۡنِ ثُمَّ لَا يَتُوبُونَ وَلَا هُمۡ يَذَّكَّرُونَ

Artinya : “Dan tidakkah mereka (orang-orang munafiq) memperhatikan bahwa mereka diuji sekali atau dua kali setiap tahun, kemudian mereka tidak (juga) bertaubat dan tidak (pula) mengambil pelajaran?” (QS At-Taubah:126)”
Sudah menjadi barang tentu ujian yang diberikan bagi korban akan menjadikan perenungan diri dalam rangka memeriksa apa yang menjadi kekurangan di hadapan allah, apakah penghambaannya, atau pergaulan sosialnya atau bahkan sikap terhadap lingkungan alam selama ini. Namun hal ini juga berlaku bagi yang bukan korban sebagai bentuk peringatan untuk senantiasa berbudi luhur yang baik kepada Allah, kepada manusia bahkan juga kepada alam sekitar.
Ketiga, menjadikan bencana sebagai titik kebangkitan optimisme dan memupuk rasa syukur yang tiada hingga. Perwujudan bentuk syukur dari para korban ini tercermin dari keridhoannya atas bencana yang melanda, meyakini hal tersebut merupakan pelebur dosa dan menaikkan derajat hamba yang berlipat ganda. Allah Berfirman:

إِنَّ فِي ذَلِكَ لآيَاتٍ لِكُلِّ صَبَّارٍ شَكُورٍ

Artinya : Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kemehakuasaan Allah) bagi setiap orang yang sangat sabar dan banyak bersyukur” (QS Luqmaan: 31).
Keempat, kejadian ini dijadikan sebagai ladang amal ibadah. Mengapa demikian ?
Kenaikan derajat akan tersemat kepada orang-orang yang senantiasa bersabar, tawakkal dan ikhtiar serta tulus dalam menerima ujian ini. Seakan-akan musibah merupakan sebuah jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah tiada henti.
Bagi kita yang bukan menjadi korban, hal ini melatih kepekaan sosial kemanusiaan kita atas mereka yang tertimpa musibah, tanpa harus mengelompokkan kelompok tertentu dalam mengejawantahkan rasa ibah.
Pertolongan dengan tulus ikhlas sangat dibutuhkan dalam rangka mengurangi beban penderitaannya, karena rasulullah mengajarkan kita pentingnya arti sebuah saling tolong menolong dalam mengarungi kehidupannya. Rasulullah Bersabda: 

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ نَـفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُـرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا ، نَـفَّسَ اللهُ عَنْهُ كُـرْبَةً مِنْ كُـرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ، وَمَنْ يَسَّرَ عَلَـى مُـعْسِرٍ ، يَسَّـرَ اللهُ عَلَيْهِ فِـي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ ، وَمَنْ سَتَـرَ مُسْلِمًـا ، سَتَـرَهُ اللهُ فِـي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ ، وَاللهُ فِـي عَوْنِ الْعَبْدِ مَا كَانَ الْعَبْدُ فِي عَوْنِ أَخِيهِ

Artinya: “Dari Abu Hurairah radliyallahu anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Siapa yang melapangkan satu kesusahan dunia dari seorang Mukmin, maka Allah melapangkan darinya satu kesusahan di hari Kiamat. Siapa memudahkan (urusan) orang yang kesulitan, maka Allah memudahkan baginya (dari kesulitan) di dunia dan akhirat. Siapa menutupi (aib) seorang Muslim, maka Allâh akan menutup (aib)nya di dunia dan akhirat. Allah senantiasa menolong seorang hamba selama hamba tersebut menolong saudaranya…” (HR Muslim)
Petikan sabda rasulullah menjadi seruan bagi kita untuk senantiasa berbagi kasih sayang melalui uluran bantuan tangan kita. Mudah-mudahan dapat mengurangi beban tangis derita. Siapapun yang meringik kesusahan, tidak perlu melihat golongan mana, agama apa, suku apa namun tetapi lihatlah derai kesedihan.
Maasyiral Muslimin Jamaah Jumaat Rahimakumullah
Semoga, nilai-nilai moral yang terdapat tadi bisa menjadikan kita jauh lebih baik dalam hal ketaqwaan kita kepada Allah, karena sebuah musibah merupakan wasilah, untuk bersabar mendapatkan tempat dihadapan Allah yang kenikmatannya tiada celah.

إِنَّ أَحْسَنَ اْلكَلاَمِ كَلاَمُ اللهِ اْلمَلِكِ اْلعَلاَّمِ .وَاللهُ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى يَقُوْلُ وَبِقَوْلِهِ يَهْتَدِىْ اْلمُهْتَدُوْنَ وَإِذَا قُرِئَ الْقُرْآنُ فَاسْتَمِعُوا لَهُ وَأَنْصِتُوا لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ اَعُوذُ بِاللهِ من الشيطَان الَرجيم وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ. الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُمْ مُصِيبَةٌ قَالُوا إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ. أُولَئِكَ عَلَيْهِمْ صَلَوَاتٌ مِنْ رَبِّهِمْ وَرَحْمَةٌ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُهْتَدُونَ
باَرَكَ اللهُ لِيْ وَلكمْ فِي القُرْآنِ العَظِيْمِ، ونَفَعِني وإِيَاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلأَيَاتِ وَالذِّكْرِ اْلحَكِيْمِ. فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوُ اْلغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

KHUTBAH 2

اَلْحَمْدُ للهِ عَلىَ إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى إلىَ رِضْوَانِهِ. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَاَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرً
أَمَّا بَعْدُ فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوااللهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلِى وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَىيَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ
اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَالدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ.
اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ.
رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَاوَاِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
عِبَادَ اللهِ ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرْ

https://jatim.nu.or.id/read/sejenak-bersama-gus-imdad–alumni-ipnu-peraih-magister-terbaik
Mimbar Jum’at – Empat Jalan Menuju Suga

Imdad Rabbani
S3 Manajemen Pendidikan Islam UIN Maulana Malik Ibrahim MalangPendidikan Non-Formal : - Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo - Pondok Pesantren Anwarul Huda - Madin Nurul HudaAktivitas : - Content Creator Pendidikan - Penulis - Konsultan Manajemen Pendidikan dan Teknologi Pendidikan - Akademisi - Muallim Majlis Ta'lim Jauharatul Ulum Malang - Ketua Yayasan Al-Abror Mimbaan Situbondo

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest articles