HomeSantriMimbarMenggapai Pintu Surga dengan Keridhoannya (orang tua)

Menggapai Pintu Surga dengan Keridhoannya (orang tua)

image_print

الحَمْدُ لِلّٰهِ الْمَلِكِ الدَّيَّانِ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى مُحَمَّدٍ سَيِّدِ وَلَدِ عَدْنَانَ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَتَابِعِيْهِ عَلَى مَرِّ الزَّمَانِ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ الْمُنَـزَّهُ عَنِ الْجِسْمِيَّةِ وَالْجِهَةِ وَالزَّمَانِ وَالْمَكَانِ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الَّذِيْ كَانَ خُلُقَهُ الْقُرْآنُ
أَمَّا بَعْدُ، فَيَااَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ ، فَإنِّي أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللهِ المَنَّانِ، الْقَائِلِ فِي كِتَابِهِ الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ : أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الَّشيْطَانِ الرَّجِيْم، بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمْ: وَقَضٰى رَبُّكَ اَلَّا تَعْبُدُوْٓا اِلَّآ اِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ اِحْسٰنًاۗ اِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ اَحَدُهُمَآ اَوْ كِلٰهُمَا فَلَا تَقُلْ لَّهُمَآ اُفٍّ وَّلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَّهُمَا قَوْلًا كَرِيْمًا وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ وَقُلْ رَّبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيٰنِيْ صَغِيْرًاۗ (الإسراء: ٢٣-٢٤)

orangtua

Maasyiral Muslimin, Jamaah Jumat Rahimakumullah
Dalam kesempatan yang mulia ini, ucapan syukur alhamdulillah senantiasa kita hadirkan kepada Allah Swt yang memberikan keluasan nikmat iman, islam dan juga kesehatan serta memanifestasikan nilai sykur ini melalui peningkatan kualitas iman dan taqwa kita yaitu terus-menerus sabar dalam menjalankan perintah Allah serta sekuat tenaga menjauhi larangan-larangan allah swt. mudah-mudahan kita semua termasuk kedalam golongan orang-orang yang muttaqin. Amin ya rabbal alamin

Hari demi hari telah kita lalui, berbagai macam cerita hidup telah kita ciptakan sendiri. Berganti hari dan tahun menjadikan usia manusia semakin bertambah, namun hakikatnya kesempatan hidup berkurang untuk senantiasa memperbaharui ibadah. Perjalanan hidup manusia tidak terlepas dari pendidikan pertama di dalam keluarga. Keluarga merupakan rumah indah kasih sayang kita, terdapat insan orang tua bak mahkota yang selalu hadir di dalam kondisi suka dan duka.

Tingginya keutamaan berbakti kepada orang tua dibuktikan secara jelas di dalam Al-Qur’an dan hadist rasulullah saw. bahkan seorang sahabat rasul menggambarkan wajibnya memuliakan orang tua dengan sebuah perkataan :

لَا تَنْفُضْ ثَوْبَكَ فَيُصِيْبَهُمَا الْغُبَارُ
Artinya: janganlah kamu kibaskan pakaianmu, sehingga debu tersebut mengenai orang tuamu

Betapa luar biasanya perjuangan orang tua lebih-lebih ibu dalam mempertaruhkan sakit dan bahkan nyawanya ketika melahirkan kita di dunia ini. Mereka sisihkan waktu dan kesempatannya untuk membesarkan sampai dewasa, sembari doa terucap yang bersumber dari lubuk hatinya memohon kebaikan dan kesuksesan kepada yang kuasa.

Tetapi terkadang masih banyak anak-anak yang durhaka kepada orang tua bahkan dengan teganya membunuh orang tuanya. Dimanakah naluri akal sehatnya? Karena sesungguhnya pintu surga bisa kita dapatkan dengan memuliakan dan menyayangi orang tua kita. Rasulullah bersabda:

الْوَالِدُ أَوْسَطُ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ فَإِنْ شِئْتَ فَأَضِعْ ذَلِكَ الْبَابَ أَوِ احْفَظْهُ
Orang tua adalah pintu surga yang paling baik. Kalian bisa sia-siakan pintu itu atau kalian bisa menjaganya” (HR. Tirmidzi).

Artinya adalah sebaik-baiknya perantara manusia dimasukkan ke dalam surga serta mendapatkan derajat tinggi di hadapan Allah adalah dengan menaati orang tua dan juga merawatnya dengan kasih sayang. Mari luangkan waktu sejenak untuk berpikir secara mendalam, jangan sampai rasa empati dan kasih sayang kepada beliau-beliau menjadi tenggelam.
Mengunjunginya merupakan obat kerinduan dan mudah-mudahan Allah limpahkan kesehatan dan keberkahan dalam berbagai kebaikan.

Berbaktinya merupakan sebuah kewajiban yang diganjarkan dengan keutamaan yang besar, maka berlaku juga sebaliknya mendurhakainya setimpal dengan dosa yang begitu besar. Rasulullah bersabda :

كُلُّ الذُّنُوْبِ يُؤَخِّرُ اللهُ مِنْهَا مَا شَاءَ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ إِلَّا عُقُوْقَ الْوَالِدَيْنِ، فَإِنَّهُ يُعَجَّلُ لِصَاحِبِهِ (رواه الحاكم)
Balasan dari setiap dosa akan Allah tangguhkan sesuai dengan kehendak-Nya sampai hari kiamat, kecuali durhaka kepada kedua orang tua, sesungguhnya Allah akan mempercepat siksaan bagi pelakunya

Tetesan air matanya di setiap doanya jangan sampai kita musnahkan dengan perbuatan-perbuatan durhaka, sehingga mengakibatkan mereka murka dan allah akan jadikan kehidupan kita menjadi tidak berkah dan celaka. Singkirkan sifat acuh tak acuh bahkan kebencian yang merajalela, karena ridhonya allah juga terdapat pada kerelaan orang tua pula.

Mari sempatkan untuk mendekap belaian mereka sebelum terlambat Allah meniadakan mereka di samping kita. Sisipakan doa keselamatan kesehatan dan keberkahan hidup orang tua di setiap simpuh sujud, memohon ampunanya merupakan cara yang harus senantiasa terwujud.
Mudah-mudahan kita termasuk golongan orang-orang yang diridhoi oleh Allah melalui bakti dan ketaatan kita kepada orang tua

رِضَا اللَّهِ فِـيْ رِضَا الْوَالِدَيْـنِ، و سخط اللَّهِ فِـيْ سخط الْوَالِدَيْنِ
Karena ridhonya allah tergantung kepada ridhonya orang tua serta murkanya allah juga tergantung kepada murkanya orang tua

إِنَّ أَحْسَنَ اْلكَلاَمِ كَلاَمُ اللهِ اْلمَلِكِ اْلعَلاَّمِ .وَاللهُ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى يَقُوْلُ وَبِقَوْلِهِ يَهْتَدِىْ اْلمُهْتَدُوْنَ وَإِذَا قُرِئَ الْقُرْآنُ فَاسْتَمِعُوا لَهُ وَأَنْصِتُوا لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ اَعُوذُ بِاللهِ من الشيطَان الَرجيم يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا، يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ وَمَن يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا
باَرَكَ اللهُ لِيْ وَلكمْ فِي القُرْآنِ العَظِيْمِ، ونَفَعِني وإِيَاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلأَيَاتِ وَالذِّكْرِ اْلحَكِيْمِ. فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوُ اْلغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

KHUTBAH II

اَلْحَمْدُ للهِ عَلىَ إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى إلىَ رِضْوَانِهِ. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَاَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرً
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ عَظِيْمٍ، أَمَرَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ عَلَى نَبِيِّهِ الْكَرِيْمِ فَقَالَ: إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلِى وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَىيَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ
اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَالدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ.
اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ.
رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَاوَاِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
عِبَادَ اللهِ ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرْ

Imdad Rabbani
S3 Manajemen Pendidikan Islam UIN Maulana Malik Ibrahim MalangPendidikan Non-Formal : - Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo - Pondok Pesantren Anwarul Huda - Madin Nurul HudaAktivitas : - Content Creator Pendidikan - Penulis - Konsultan Manajemen Pendidikan dan Teknologi Pendidikan - Akademisi - Muallim Majlis Ta'lim Jauharatul Ulum Malang - Ketua Yayasan Al-Abror Mimbaan Situbondo

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest articles